3.3.a.10. Aksi Nyata - Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid

Berbagi Ide, Berbagi hasil dalam KreSis


Peristiwa (Fact)

    Sekolah sebagai lembaga yang mengadakan kegiatan belajar mengajar dan dipercaya sebagai agen perubahan telah membuat berbagai kegiatan atau program sekolah, yang berupa program intrakurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler. Salah satu program/ kegiatan sekolah yang bisa dilakukan dengan tujuan untuk mengembangkan potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, kerjasama dan kemandirian murid adalah dengan mengembangkan kegiatan/program ekstrakurikuler. Ektrakurikuler bisa dilakukan oleh peserta didik di luar jam belajar tetapi masih dibawah bimbingan dan pengawasan sekolah. Kegiatan ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan dunia teknologi informasi. Hal ini dilakukan karena saat ini dunia pendidikan berkembang selaras dengan dunia teknologi.

    Perkembangan teknologi informasi saat ini sangat pesat terutama dalam penggunaan internet. Internet sering digunakan untuk melakukan pencarian ilmu pengetahuan dan informasi penting lainnya. Banyak situs situs penyedia informasi yang ada. Disinilah website sekolah harus mengambil peran tersebut. Website pendidikan dapat dijadikan sebagai media pembelajaran online yang lebih dikenal dengan e-learning. Website sekolah atau website pendidikan memang bukan hal baru, setiap sekolah pasti mempunyai alamat website khusus yang dikelola oleh tim yang dibentuk oleh sekolah. Tim website biasanya terdiri dari guru dan tenaga kependidikan yang dianggap kompeten. Bagaimana dengan kreatifitas siswa dan proses pembelajarannya, apakah perlu diapresiasi dalam bentuk website?. Siswa sebagai objek dalam pembelajaran hendaknya berperan aktif dalam mengelola website, siswa dapat menuangkan ide, apresiasi bahkan menampilkan prestasi yang mereka peroleh sehingga nantinya perhatian siswa akan beralih dari aplikasi online ataupun game online ke website siswa.

         Berdasarkan latar belakang tersebut, maka saya membuat satu program yang berdampak pada murid yaitu “Berbagi Ide, Berbagi hasil dalam KreSis”. KreSis merupakan akronim dari Kreasi Siswa. dimana kreasi siswa ini dituangkan dalam sebuah website sekolah dengan alamat https://kresis.slbn1badung.sch.id/ , yang dikelola langsung oleh siswa – siswi SLB N 1 Badung.


Perasaan (Feeling)

Setelah melakukan aksi nyata program yang berdampak pada murid adalah saya merasa senang karena mampu membuat wadah bagi murid untuk berkreasi. Wadah https://kresis.slbn1badung.sch.id/ bisa diwujudkan dengan memanfaatkan aset yang ada di sekolah. Aset manusia yang mendukung program ini adalah siswa di SLB Negeri 1 Badung mampu menjuarai lomba Teknologi Informasi (TI) di tingkat nasional. Sekolah juga mempunyai aset guru ICT yang sangat kompeten. Sarana prasarana yang terdapat di sekolah sangat mendukung program ini. Mulai dari ruang ICT yang lengkap dengan perangkat computer dan jaringan wifi yang stabil. Setelah memetakan aset yang bisa dioptimalkan, saya melakukan pertemuan dan mengajak siswa untuk berdiskusi membuat program yang mampu memberikan ruang bagi mereka untuk berekspresi. Para siswa sangat antuasias dalam memberikan ide sehingga saya juga lebih semangat dalam mendampingi siswa dalam mewujudkan program yang berpihak pada murid. Karena salah satu tugas guru adalah menyediakan lingkungan belajar yang menumbuhkan budaya di mana murid memiliki suara, pilihan, dan kepemilikan murid.

 



Pembelajaran (Finding)

Pembelajaran yang saya dapat setelah melaksanakan aksi nyata “Berbagi Ide, Berbagi hasil dalam KreSis” adalah saya menjadi sadar bahwa jika kita sebagai guru ingin menumbuhkan kodrat siswa dan memberikan pendidikan yang bermakna, maka kita juga harus membangun ekosistem yang mendukung pembelajaran murid. Dengan ekosistem pendidikan yang mendukung siswa mampu mengambil peran dalam proses pembelajaran. Website pendidikan Kresis mampu memberikan ruang buat siswa untuk membuat keputusan, pilihan atau memberikan pendapat terkait dengan proses belajar mereka. Dalam melakukan aksi nyata, tidak semua berjalan lancar. Banyak hal yang harus dibenahi, terutama dalam hal menyusun narasi dalam sebuah artikel. Ini disebabkan karena keterbatasan anak tunarungu dalam kosakata. Kemampuan mereka dalam menyusun kalimat tidak sistematis, sehingga masih memerlukan pendampingan pada saat melakukan editing narasi sebelum di publish.



 Penerapan ke Depan (Future)

Website https://kresis.slbn1badung.sch.id/, juga berperan sebagai majalah dinding yang lebih modern. Siswa dapat menuliskan banyak hal sebagai bentuk aktualisasi diri. Rencana perbaikan program website pendidikan ini adalah manampilkan lebih banyak menu, seperti: ruang diskusi, ekspresi kreatif, pembahasan materi pembelajaran dan lain sebagainya. Perbaikan lainnya adalah diharapkan siswa SMPLB dan SMALB mempunyai akun pribadi untuk login ke web pendidikan, sehingga bisa menjadi kontributor naskah langsung. Website siswa ini diharapkan juga sebagai bahan informasi yang bisa dipercaya oleh orangtua siswa tentang proses pembelajaran dan hasil pembelajaran di sekolah. Perbaikan kualitas SDM dalam hal ini tim pengembang web siswa yang terdiri dari siswa – siswa SLB Negeri 1 Badung juga harus menjadi perhatian. Pendampingan dalam editing naskah perlu dilakukan tetapi secara bertahap akan di percayakan pada tim web siswa.



 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "3.3.a.10. Aksi Nyata - Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid"

Posting Komentar