2.3.a.10.3. Jurnal Refleksi - Minggu 16

Salam hebat Calon Guru Penggerak

Kegiatan minggu ke 16 dimulai dari Senin, 28 Maret 2022 sampai dengan Sabtu 2 April 2022.

Model refleksi yang akan saya gunakan adalah model 4F (Facts, Feelings, Findings, Future)

Fact

  • Senin, 28 Maret 2022 dilakukan kegiatan ruang kolaborasi sesi presentasi teknik coaching dengan metode TIRTA. CGP yang terlibat dalam praktek berjumlah tiga orang secara bergantian berperan sebagai coach, coachee dan pengamat. Dalam latihan praktek coaching, ketiga CGP diberi tiga kasus. Dan mempraktekan pada kegiatan ruang kolaborasi pada tanggal 28 Maret 2022. Kemudian hasil rekaman berupa file video praktek coaching tersebut diupload ke dalam LMS.
  • Selasa, 29 Maret 2022 kegiatan refleksi terbimbing dengan menjawab pertanyaan pada LMS
  • Rabu, 30 Maret 2022 kegiatan demonstrasi konstektual dengan melakukan praktek coaching pada komunitas yang sudah dibentuk.Dalam prakteknya saya menjadi coach bagi teman sejawat dalam satu komunitas. permasalahan yang terungkap adalah tentang karakteristik PDBK.
  • Kamis, 31 Maret 2022 kegiatan elaborasi pemahaman dengan instruktur Ibu Marsaria Primadonna. Dalam sesi ini, saya terlibat dalam simulasi sebagai coach dan sebagai coachee adalah instrukturnya.
Feelings
Perasaan saya setelah melakukan praktek coaching sangat tertantang. Perbedaan teknik coaching dengan skenario yang sudah disusun sesuai kasus pada LMS sangat berbeda dengan praktek coaching secara langsung dengan instruktur. Saya merasa kedua kegiatan praktek coaching ini akan optimal  jika kita mampu mengkondisikan alur coaching dengan pertanyaan - pertanyaan pematik yang efektif. Membangun komunikasi yang efektif dan praktek coaching dengan teknik TIRTA juga saya terapkan dengan teman sejawat pada komunitas di sekolah. Hal ini cukup memberikan saya pengalaman bahwa menggali informasi pada coachee dan mengarahkannya pada keputusan yang bertanggung jawab perlu banyak latihan.

Findings
Hal baru yang saya dapatkan setelah melalui pembelajaran dan praktek coaching ini adalah belajar mendengar lawan bicara, dalam hal ini adalah coachee. Karena dengan mendengar maka kita akan lebih mengenal tujuan dan pada akhirnya mampu mengidentifikasi permasalahan yang diungkapkan coachee. Untuk memulai proses coaching kita tentu harus mengenal coachee dengan baik, memahami permasalahan coachee, serta apa saja kemungkinan yang membuat masalah itu ada. Setelah mengenal coachee dengan baik, maka kita harus bisa membangun hubungan yang baik dengan coachee tersebut, sehingga merasa nyaman saat bersama kita. Setelah itu kita bisa melakukan coaching dengan
menerapkan kemampuan berkomunikasi yang memberdaya.

Future

Aksi/tindakan yang saya lakukan setelah mempelajari teknik coaching adalah saya akan melatih teknik komunikasi saya dengan baik. Sebagai coach kita juga memiliki empat aspek
berkomunikasi yang wajib kita pahami dan kita latih, yaitu :

  1. Komunikasi asertif, yaitu komunikasi yang didalamnya ada rasa jujur dan terhormat, akan berpendapat dan mendengarkan pendapat yang lain. Ada tindakan proaktif sehingga pesan yang akan disampaikan dapat diterima dengan baik
  2. Pendengar aktif, seorang coach yang baik lebih banyak mendengarkan dan kurang berbicara. Coach harus fokus pada komunikasi bukan sibuk dengan pikiran sendiri. 
  3. Keterampilan bertanya, ada enam jenis pertanyaan yaitu pertanyaan terbuka, pertanyaan berfokus pada tujuan, pertanyaan reflektif, pertanyaan eksplorasi, pertanyaan yang mengukur pemahaman, dan pertanyaan aksi.
  4. Mendengaarkan aktif, yaitu memberikan perhatian pada lawan bicara, memberikan respon kecil, menanggapi perasaan dengan tepat, menenagskan kembali makna kesan, dan memberikan pertanyaan. Dalam bertanyan hindari pertanyaan tertutup, yaitu pertanyaan yang jawabannya hanya “ya” atau “tidak”.
Dengan menguasai teknik komunikasi maka akan memudahkan praktek coaching, baik coaching pada siswa maupun dengan teman sejawat.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "2.3.a.10.3. Jurnal Refleksi - Minggu 16"

Posting Komentar